Bikin SIM yuk ah… #FirstAttempt

Perhatian: Ini bukan puting Susu! kemampuan anda untuk mengingat "Yang mana tombol benar dan mana tombol salah" berperan besar untuk kelulusan anda.
Oke, gue ngaku. Selama ini gue belum punya SIM. Lagipula, gue jarang pake motor, tempat kost gue dari sama kampus jaraknya cuma kira-kira sepuluh esotan doang.
Tapi semester ini gue ada KKN, dan akhirnya, mau ga mau (sebenernya mau banget, tapi berhubung dipake untuk yg lebih penting, jadi ga bawa) gue bawa motor sendiri ke kampus yang secara otomatis mau ga mau juga gue bikin SIM daripada saban hari mesti kucing-kucingan sama Polisi.
Well, jadi hari ini gue ke Polres Tegal, rada siangan sih, udah jam setengah sebelas. Sampai sana langsung ke bagian SIM dan sudah ada puluhan orang yang ngantre untuk mengurus SIM juga. Sepertinya.
Loket pendaftaran tampak kosong. Disitu kalo ga salah inget ada 4 loket: pembayaran bank, pendaftaran, pendataan, sama penyerahan SIM. Di loket pendaftaran itu, gue ditawarin dua opsi, ikut ujian SIM, atau pake “bantuan” Polisi. Opsi yang kedua mengizinkan kita untuk langsung foto SIM, tunggu SIM dicetak, dan voilla, SIM sudah jadi. Biayanya? 350 ribu Rupiah. Biaya kalau ikut ujian? Polisi di loket memberikan jawaban: “yang penting lulus dulu, tidak usah mikir biaya”. Oke, ini menarik. Karena beberapa kali gue nanya, jawabannya tetap sama, dan Polisi cenderung menyarankan kita untuk memilih opsi yang kedua.
Jeng jeng jeng…
Gue sempet bingung, kalo pilih opsi yang kedua, ini legal atau tidak? Seharusnya ini legal karena yang menawarkan adalah Petugas. Tapi gue ragu, soalnya di dekat pintu masuk itu ada spanduk yang isinya, gue bisa mendapatkan SIM setelah lulus ujian avis/tertulis, praktek I, dan praktek II. Jadi kalau tidak ujian, apakah gue tidak melompati tahapan yang sebenarnya sangat penting untuk menentukan gue layak atau tidak untuk mendapatkan SIM? di spanduk diluar itu juga ada ada tulisan. Biaya SIM baru 100 ribu rupiah. Jadi, 250 ribu sisanya kemana nantinya? Masuk kas negara? Ah, ga yakin… tentu saja gue juga tidak melupakan fakta kalau ada juga oknum polisi yang mengambil keuntungan untuk pribadi dari situ…
Gue juga ragu, kalau gue bayar 350 ribu biar langsung dapet itu, gue tergolong melakukan suap atau tidak?
Nananananana~
Akhirnya gue memutuskan untuk ikut ujian. Gue dikasih selembar kertas untuk ditulisi nama, alamat, dan tanda tangan. Setelah itu gue tinggal nunggu panggilan ujian…
Panggilan yang gue tunggu ga dateng juga, padahal gue udah dua jam menunggu dan ruang tunggu disitu sudah sepi. Sebagian besar orang disitu sepertinya memilih jalan express dan langsung antri foto…
Dengan keadaan kaya gini, ga heran kalau banyak pengguna motor yang sembarangan dijalan…
Jam setengah 1, gue akhirnya dibawa masuk ke ruang ujian tertulis/avis. Disitu ada sebuah proyektor besar dan kursi dengan dua tombol di lengan kanannya Tombol benar dan tombol salah.. Kursi-kursi yang jumlahnya belasan itu ternyata mubadzir karena gue adalah peserta ujian satu-satunya.
Jadi testnya gampang, gue cukup mempelajari 30 soal yang berupa keadaan di jalan raya, kemudian menentukan, tindakan tersebut benar atau salah. Simple enough. Satu pertanyaan waktunya 10 detik untuk menjawab. Dan pertanyaan nya relatif mudah.
Urusan pengetahuan jalan raya, gue memang cukup tau banyak. Hasil dari dulu aktif ekstrakulikuler PKS(Patroli Keamanan Sekolah, binaan dari Polres) jaman SMA. Huheuheuheu… tapi yang cukup menyulitkan adalah waktu yang sangat minim, dan tombol yang serupa tapi tak sama. Jadi gue dua kali salah menekan tombol gara-gara waktu yang mepet. Dan hasilnya? Dari 30 soal, gue benar
25. Dan angka minimum kelulusan baru terpampang di layar setelah selesai. 27!
Kwokwokwok… dua salah pencet yang fatal…
Yak, dan akhirnya gue ga lulus ujian dan diperbolehkan mengulangi ujian setelah 14 hari. *lagu 14 hari nya kangen band mengalun dari kejauhan.
Oke, gagal. Gue pun pamit pulang. Polisi yang tadi ngetest di dalem menyesalkan, kenapa gue ga langsung foto aja… “tadi kan sudah dikasih tau, mau langsung apa ujian. 14 hari lagi kesini ya” lanjutnya dengan wajah “besok-lagi-langsung-aja-men”…
Sampai Ketemu 14 Hari Lagi!
Day #00 – The Blankpackers
Kami shock, kereta api Brantas jurusan Kediri sudah habis tiketnya. Tiket harus melalui pemesanan paling tidak seminggu sebelum keberangkatan. Ini diluar dugaan. Semua perlengkapan yang bisa kami kumpulkan sudah tertata rapi dalam backpack. Motor si Ragil juga sudah diantar kerumah. Menunda keberangkatan satu minggu berarti harus menyiapkan semuanya dari awal lagi. Seketika keraguan melintas, apakah kami memang harus backpacking? bukankah lebih enak pulang dan tidur?
Diantara gerimis yang tak juga reda, kami kembali ke kos. Dalam perjalanan, kami dengan sok pintar berdebat tentang bagaimana seharusnya pemerintah memperhatikan kereta api yang sebenarnya lebih mumpuni dari angkutan umum lain.
“Tidak perlu repot-repot memperlebar jalan! Tambah saja jalur kereta sampai ke pelosok-pelosok daerah!” kata Ragil berapi-api.
Gw cuma bisa mengangguk lemah sambil berpikir tentang alternatif lain yang bisa kami tempuh. Kami bisa saja langsung naik bis ke Surabaya, atau Malang, atau Denpasar sekalian. tapi tiket bis jarak jauh seperti itu sudah pasti harganya diatas budget kita yang sudah serba kekurangan. Opsi lain adalah kita ke Solo atau Jogja dulu. Kalau tidak salah ada kereta pagi jurusan Banyuwangi dari Jogja. Tapi pilihan itu pun sulit karena kereta ke Jogja pun sudah tidak beroperasi pada malam hari seperti ini. Bermodalkan jempol, wah, tak tau kapan kita akan sampai sana. Blank!
Banyaknya pilihan dan sulitnya kemungkinan yang da malah membuat gw sebel. Kenapa juga harus kehabisan tiket kereta api ekononi? Lho? Sejak kapan juga kereta ekonomi harus pesan sampai seminggu sebelumnya?
Ada yang tidak beres disini.
Kami terdiam. Dan sepertinya memang ada yang salah. waktu kami hendak memesan tiket tadi, kani sempat bertanya pada pak Satpam, “Tiket bisa dibeli nanti malam Mas, tapi mending beli sekarang aja, sekalian”, katanya sambil tersenyum. Begitu di loket, mbak-mbak penjaganya dengan muka lelah dan menyebalkan mengatakan bahwa semua tiket habis!
Sepertinya memang ada yang salah. Kami terlalu bingung. Kami tidak punya pengalaman backpacking sebelumnya. Kami blank!
Kami cuma membawa perlengkapan seadanya, karena memang untuk “meracik” perlengkapan yang pas membutuhkan pengalaman! Dan kami Blank!
Kami bahkan tidak menyusun apa saja yang akan kami lakukan setibanya di Bali. Kami Blank!
We are the Blankpackers!
Backpacking!

ehm, halohalo semua…
oke, jadi semua kegiatan akademik gw sampe bulan depan berada dalam masa reses *gaya DPR* *benerin dasi*.
oke, jadi daripada nganggur di kos an, gw sama temen gw berencana mengadakan perjalanan mencari kitab suci ke timur.
yak, kita mau backpacking ke Bali.
tadinya ada beberapa orang yang tertarik ikut, tetapi, satu demi satu tereliminasi karena alasan kesibukan. dan akhirnya gw cuma berdua sama temen gw yg namanya Ragil.
*semoga ga dikira homo*
well, wajah si Ragil ini emang mirip homo, tapi percayalah, dia normal.
dia temen se-jurusan se-angkatan gw di kampus, cuma beda kelas aja…
Si Ragil ini wajahnya emang mirip homo, tapi percayalah, dia normal.
hari ini kita prepare buat kesana. rencana sih mau mampir dulu di Pare barang sehari sambil minta makan sama temen2 disana… *mental mahasiswa*
jadi paling ke Bali nya besok pagi..
Si Ragil ini wajahnya emang mirip banget sama homo. tapi percayalah, dia normal.
kita melakukan journey ini cuma berdua dengan uang seadanya. semoga aja nyampe sana dengan selamat. amin…
gw ga mau kehabisan duit dan berkelana di pangkuan janda-janda nyari uang buat pulang.
Si Ragil ini emang wajahnya homo, tapi percayalah, dia normal.
image: aliyamuafa.wordpress.com
Inline Skate Semarang
mata gw terpana melihat kelincahan kaki mereka melewati cone-cone yang tersusun rapi di trotoar jalan pahlawan. mulut gw tak henti-hentinya melongo dan tanpa sadar berdecak kagum melihat mereka meliuk-liuk indah, memainkan kaki dengan tanpa rasa ragu. kemudian bunga sakura berterbangan, jerami menggelinding…
crot…
yah, setidaknya itu yg gw rasain saat melihat anak-anak sepatu roda berlatih 3 bulan yang lalu.
saat itu gw bermain sepatu roda adalah sebuah permainan yang hanya bisa gw impikan sejak kecil. cuma sebatas pengen2 doang tapi ga bener2 niat buat mewujudkan. susah kalo gitu emang. karena mimpi itu kaya onani. ga bakal bisa tercapai tanpa tanganmu sendiri… *APAINI*
sampe setidaknya 3 bulan yg lalu, gw akhirnya nyoba maen sepatu roda berbekal sepatu pinjeman anak ISS.
hasilnya?
badan gw remuk redam kaya abis kecepit tetek gajah. tapi satu hal yg paati adalah:
GW KETAGIHAN!
sejak saat itulah gw rutin latihan setiap malem sabtu dan minggu. -kadang rabu juga-
dan sekarang?
ya lumayanlah udah bisa maen…
huehuahuaheuhau
kalo mau ikut latihan, dateng aja ke jalan pahlawan, semarang. ga punya sepatu? gw pinjemin!!!
lets roll n rock!!!!!
111111!!!!!

wah, makin terlantar aja ini blog~
kayaknya perlu pembuahan pembenahan disana-sini *bersih2 sarang laba2*
bukannya ditelantarin sih sebenernya, cuma kadang minat nge blog itu emang naik turun sejalan sama napsu. jadi ya…
beginilah~
udah lama banget ya gw ga posting tentang android dan sebangsanya, tadinya mau sok keren dipisah ke blog lain gitu. tapi eh ternyata malah ga keurus dua2nya.
btw, hari ini tanggal cantik yah…
wah, harus ada momen spesial nih~
susah loh dapet tanggal yang ginian.
paling deket kalian bisa dapet tanggal secantik ini pas taun 2022 nanti~ aw aw aw gak gak gak kuat~
kalo inget tanggal muda gini jadi inget masa muda. ya sekarang belum tua2 banget sih~
tanggal cantik kayak gini biasanya gw manfaatin buat dua hal. kalo ga jadian sama cewe, ya jadian sama cowo. jlebbb!!!
tapi kayaknya tahun ini ga deh, secara udah punya peliharaan pasangan…
jadi alternatif yang tersedia adalah:
1. jadian sama selingkuhan
2. balikan lagi sama mantan
3. putus sama pacar.
nah lo, yang ketiga berani gak? tanggal cantik buat jadian mah biasa, coba buat putus!
abis itu jadian lagi… wah mantep…
emmm, selamat pagi aja deh semuanya, yg besok mau jadian, silahkan dipersiapkan.. yang pacaran silahkan jalan-jalan.. yang LDR silahkan teleponan, yang jomblo, silahkan sabunan~


